Pemulihan Pascabencana di Taput, 140 Huntap dan 800 Hektare Sawah Direhabilitasi

Avatar photo
banner 120x600

TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama TNI/Polri dan Pemerintah Pusat terus mempercepat pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak.

Pada Kamis (30/7/2026), Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendampingi Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Brigjen TNI Fadjar Tjahyono, meninjau sejumlah lokasi prioritas pemulihan.

Lokasi yang ditinjau meliputi SD Negeri Lobu Pining, hunian tetap (huntap) Desa Dolok Nauli, Jembatan Sitakka di Desa Aek Siansimun, serta kawasan persawahan Desa Sipahutar.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebanyak 103 unit huntap komunal dan 37 unit huntap mandiri telah rampung dibangun. Selain itu, sekitar 800 hektare lahan sawah telah direhabilitasi untuk mendukung pemulihan aktivitas pertanian masyarakat.

Jembatan Sitakka dan sejumlah jembatan lainnya juga dilaporkan kembali fungsional. Pemulihan jaringan listrik, telekomunikasi, serta akses jalan turut mendukung kembalinya aktivitas warga.

Di sektor pelayanan dasar, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan layanan kesehatan disebut telah kembali berjalan normal.

“Kami siap mengawal agar seluruh bantuan Pemerintah Pusat mendarat tepat sasaran di Taput,” tegas Brigjen TNI Fadjar Tjahyono usai memimpin rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Pemkab Taput menyatakan pemulihan pascabencana terus dilakukan melalui sinergi dengan TNI/Polri dan dukungan Pemerintah Pusat. Upaya tersebut mencakup pembangunan kembali hunian, pemulihan infrastruktur, rehabilitasi lahan pertanian, serta pengembalian layanan dasar bagi masyarakat terdampak. (JEH)