TAPUT – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan kualitas anak sejak usia dini.
Hal itu disampaikannya saat membuka Gebyar PAUD Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus pelantikan Bunda PAUD seluruh kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Utara di Sopo Partungkoan, Tarutung, Kamis (24/9/2026).
“Pendidikan dimulai dari keluarga,” kata Bupati JTP dalam sambutannya.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rumah dan keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama melalui kasih sayang, perhatian, serta keteladanan orangtua.
Bupati JTP mengatakan pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademis, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, berkarakter, dan berbudaya.
Karena itu, ia meminta para camat bersama Bunda PAUD di masing-masing kecamatan memberikan perhatian serius terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini di wilayahnya.
“Mohon perhatian Camat dan Bunda PAUD-nya untuk memberikan perhatian di masing-masing kecamatan,” pesannya.
Pelantikan Bunda PAUD kecamatan dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba.
Dorong Kualitas Guru dan Anak
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terhadap pengembangan kualitas pendidikan anak usia dini.
Ia berharap dukungan terhadap PAUD semakin diperkuat, termasuk melalui dukungan anggaran dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
“Terima kasih untuk perhatian Bupati bagi pengembangan kualitas PAUD. Kami berharap ke depannya semakin memberikan ruang fiskal dalam pengembangan dan penguatan PAUD,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas PAUD harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas guru. Ruang pengembangan kompetensi perlu diperluas agar para pendidik PAUD dapat meningkatkan kapasitas dan melanjutkan pendidikan.
Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh pendampingan dari tenaga pendidik yang semakin profesional.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan PAUD tidak semata-mata diukur dari capaian angka, tetapi juga dari perubahan nyata terhadap kualitas tumbuh kembang anak.
“Kita membuka ruang untuk pengembangan kompetensi guru PAUD untuk melanjutkan sekolah. Jangan hanya memperbaiki angka, tetapi kualitas anak-anak kita,” tegasnya.
Ny. Neny juga mengingatkan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak sejak usia dini.
“Tidak ada lagi anak yang tertinggal karena tidak mendapat perhatian,” pesannya.
Gebyar PAUD Kabupaten Tapanuli Utara menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Bunda PAUD, guru, orangtua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak.
Melalui kolaborasi tersebut, PAUD diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk generasi Tapanuli Utara yang sehat, cerdas, ceria, berkarakter, dan berbudaya.
Dari keluarga pendidikan dimulai, dari PAUD generasi masa depan ditumbuhkan. (JEH)



