TAPUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara mengevaluasi realisasi pendapatan daerah dan pelaksanaan anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026 melalui High Level Meeting, Kamis (30/7/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan.
Evaluasi tidak hanya membahas capaian pendapatan daerah, tetapi juga diarahkan untuk memastikan pelaksanaan belanja daerah berjalan sesuai perencanaan dan mendukung pemerataan pembangunan.
Berdasarkan hasil evaluasi, realisasi pendapatan daerah hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp714,14 miliar, atau 49,11 persen dari target pendapatan tahun berjalan sebesar Rp1,45 triliun.
Selain evaluasi anggaran, Pemkab Taput memperkenalkan Taramoti (Tapanuli Utara Monitoring), aplikasi digital yang dikembangkan secara internal oleh tim Pemkab tanpa alokasi anggaran khusus atau zero budget.
Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau perkembangan pembangunan fisik dan program unggulan daerah secara real-time. Sistem ini diharapkan membantu pemerintah melakukan pengawasan terhadap progres pekerjaan serta mendukung penyelesaian program sesuai target.
Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Taput juga menekankan penguatan transaksi non-tunai di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan penerimaan daerah.
Taramoti turut dimanfaatkan untuk memantau pelaksanaan 10 program unggulan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
Pemkab Tapanuli Utara menyatakan akan terus memperkuat tata kelola anggaran, digitalisasi pemerintahan, serta pengawasan pelaksanaan program agar penggunaan anggaran dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. (JEH)



